Kegundahan Sang Malam
Puisi Aniqotul Himmah
Matahari t'lah berganti malam
Langit cerah menjadi gelap
Bentuk suasana malam bak surgawi,
Berhias bintang-bintang berkilau
Betapa sedih melihat sang malam kini gundah
Langit begitu gelap nan sunyi,
Merasuki celah hati
Betapa sakit nan kecewa,
Melihat kenyataan pahit itu
Harapan setinggi langit,
Terukir indah dalam secarik kertas suci...
Namun, pena putih tak wujudkan
Berjalan tapaki jalan, lorong beraral,
Jatuh, merangkak, takut,
Tak ada kekasih-Mu,
Yang ulurkan bantuan
Jumat, 08 Juni 2012
Air mata Bumi
Air mata Bumi
Puisi Aniqotul Himmah
Dulu...
Pemandangan hijau begitu lapang
Buat mata nan tubuh
Terasa segar
Namun...
Kini bumi mulai nangis
Marah sebab kecewa
Pada ulah dan tingkah manusia
Sadarkah kalian?
Banjir,
Longsor,
Gempa bumi,
Itu bagian dari air mata bumi yang marah
Sadarlah wahai manusia!
Renungkan semua ulah dan tingkahmu,
Renungkan nasib anak cucumu kelak
Sebab air mata bumi
Kini mulai berjatuhan
Puisi Aniqotul Himmah
Dulu...
Pemandangan hijau begitu lapang
Buat mata nan tubuh
Terasa segar
Namun...
Kini bumi mulai nangis
Marah sebab kecewa
Pada ulah dan tingkah manusia
Sadarkah kalian?
Banjir,
Longsor,
Gempa bumi,
Itu bagian dari air mata bumi yang marah
Sadarlah wahai manusia!
Renungkan semua ulah dan tingkahmu,
Renungkan nasib anak cucumu kelak
Sebab air mata bumi
Kini mulai berjatuhan
Puisi Merenungi Nasibku
Puisi Merenungi Nasibku
terdiam dalam hening malam
yang terasa semakin kelam
semakin kian mencekam
hanya sunyi, sepi yg menemani
merenungi nasib diri ini
tiada yang tau
karena ini hanyalah kisahku
kisah seorang gembel
yang nggak punya titel(gelar)
mungkin sudah jadi nasibku
tapi, aku harus bangkit
meskipun keadaan semakin sulit
untuk terus bisa berkarya
beginilah hidup, hidup sebenarnya
aku yakin dan percaya
percaya bahwa DIA maha tau
tau segalanya,
semoga nasib bisa berubah
seperti inginku
Kecewa
Kecewa
Puisi Aniqotul Himmah
Indahnya malam ini,
Tak seperti indahnya hatiku
Indahnya bintang di langit,
Tak jua seindah batinku
Bulan yang nerangi gelapnya bumi,
Tak mampu nerangi batinku
yang terlanjur kelam karenamu !
Batin yang kini luluh lantak,
hancur berkeping-keping
tak mampu terobati lagi.
Hatiku terlanjur sakit
kecewa,
Atas ulahmu dan ulahnya.
Ku tahan air mata
Yang tak mampu terbendung lagi.
Ku tahan agar tak meleleh di pipi mungilku
Sebab ku tak mau,
Menangis lihat kenyataan kau dengannya
Ku lapangkan dada,
Meski ku tahu
Ku tak mampu
Ku coba tuk slalu tersenyum,
ceria di depan kalian
Meski di balik itu,
Hatiku sangat rapuh
Puisi Aniqotul Himmah
Indahnya malam ini,
Tak seperti indahnya hatiku
Indahnya bintang di langit,
Tak jua seindah batinku
Bulan yang nerangi gelapnya bumi,
Tak mampu nerangi batinku
yang terlanjur kelam karenamu !
Batin yang kini luluh lantak,
hancur berkeping-keping
tak mampu terobati lagi.
Hatiku terlanjur sakit
kecewa,
Atas ulahmu dan ulahnya.
Ku tahan air mata
Yang tak mampu terbendung lagi.
Ku tahan agar tak meleleh di pipi mungilku
Sebab ku tak mau,
Menangis lihat kenyataan kau dengannya
Ku lapangkan dada,
Meski ku tahu
Ku tak mampu
Ku coba tuk slalu tersenyum,
ceria di depan kalian
Meski di balik itu,
Hatiku sangat rapuh
Puisi Diam dalam Kata Hati
Puisi Diam dalam Kata Hati
Tak berkilau bias cahaya
Tak melirih seulas ucap.
Hanya merejam jeritan Asa hati yang tak bersuara..
Ada telinga..tapi tak mendengar,
Ada banyak Nurani,tapi apa peduli,
Sekian lama,atau kah lebih lama lagi?
Tetap begini..dan mungkin memang harus
Terpasung oleh
Diam dari kata hatiku sendiri..
Puisi oleh Rose AifaMevia.
Malam
Malam
puisi Intan Yusnia
Tahukah engkau aku kesepian ?
Tahukah engkau aku butuh dia ?
Aku ingin dia ,
Dia bagaikan bulan yang selalu aku harapkan ketika hujan dimalam hari ,
Dan itu hal yang tak mungkin kan ,
Ada bulan di tengah hujan ..
Ya aku tahu itu , tapi ..
Aku terus berharap ...
Malam ...
Bisa kah kau bantu aku ?
Bantu aku menyampaikan semua ini
Keluh kesah ku ,
Kesedihan ku ,
Kesendirian ku , dan
Kerinduan ku akan hadirnya disini
Malam ...
Bisakah kau bantu agar bibir ku mau bicara ,,
Ya bicara padanya tentang apa yang aku rasa ..
Aku ingin bicara , bahkan aku ingin teriak
Agar ia tahu dan merasakan ,,
Dan jika ini tak berhasil ,,
Satu pintaku pada mu Malam ,,
Bawalah semua rasa cintaku padanya
Oleh angin dan ajak lah rasa itu ketempat yang tak bisa ku rasa lagi
ku mohon jangan bawa lagi rasa itu ke sanubari ku..
Rasa itu yang selalu mengganjal dihati ini
Rasa itu yang membuatku buta akan segalanya ..
Ku mohon padamu Malam ..
Jadilah malam-malam yang selalu aku inginkan
Puisi Selamat Ulang Tahun
Puisi Selamat Ulang Tahun
Selamat panjang umur
Sambut suka mu
Hari jadi mu ini
Menanarkan pandang indah masa lampau
Yang dulu keras menyapa
Yang kini lembut tersaput masa
Helai helai yang memudar putih
Menyurukkan ku pada lampau-lampau tengik yang kau ubah menjadi indah
Dalam bayang jajar lilin yang enggan terbilang
Perlambang enggan ku menyaji rindu
Selamat ulang tahun kawan …
Demi selang masa yang telah kita lalui
Ijinkan aku
Memintakan slalu jamahan tangan Nya
Selamat Ulang Tahun Sob
Tambatkan secercah lagi
Lantun indah di hati mu
Jakarta, 05 Juni 2012
Selamat Ulang Tahun ya nDiL.
E1 ?R
Iwan R Rakiman
Langganan:
Postingan (Atom)